Perusahaan Fintech Bantu Pembiayaan untuk Pelaku Usaha di Masa Pandemi

Perusahaan Fintech Bantu Pembiayaan untuk Pelaku Usaha di Masa Pandemi

Sektor produktif mendapat peningkatan kucuran dana dari perusahaan fintech saat pandemi. Adanya peningkatan tersebut, beberapa perusahaan fintech optimis kinerja mereka di sektor produktif masih positif.

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan fintech ke sektor produktif mencapai Rp 7,79 triliun per Juli 2021. Angka tersebut terus mengalami peningkatan hingga Rp 69,39 triliun per Oktober 2021 atau 53,63 persen dari akumulasi penyaluran pembiayaan secara total sampai dengan saat ini. Sementara itu secara total akumulasi penyaluran pinjaman industri fintech peer to peer (P2P) lending mencapai Rp 272,43 triliun dengan outstanding sebesar Rp 27, 91 triliun.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkirakan peningkatan pembiayaan di sektor produktif disebabkan beberapa faktor. Pertama, semakin banyak perusahaan fintech legal yang telah mengantongi izin dari OJK.

Kedua, bank juga semakin banyak menyalurkan kredit melalui platform fintech. Kolaborasi tersebut memengaruhi peningkatan jumlah penyaluran dan peminjam yang memperoleh kredit. Diperkirakan kerja sama fintech dengan bank akan bertambah. Apalagi fintech memiliki data terkait profil peminjam, sistem penilaian kelayakan peminjam melalui algoritma dari artificial intelligence dan sistem penilaian risiko kredit.

Melansir dari Konta, salah satu pemain fintech P2P PT Pasar Dana Pinjaman atau Danamas menyatakan, sampai dengan Oktober 2021 penyaluran pembiayaan pada sektor produktif telah mencapai Rp 5,76 triliun. Direktur Utama PT Dana Pinjaman atau Danamas Dani Lihardja menyebut pihaknya masih menyasar bidang logistik karena pandemi membuat banyak orang senang berbelanja online.

Selain PT Pasar Dana Pinjaman atau Danamas, PT Astra Welab Digital Arta (AWDA) dengan produknya Maucash bekerja sama dengan PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu) menyalurkan pembiayaan produktif. Sejak Juni hingga Agustus 2021, keduanya telah menyalurkan pinjaman Rp 4 miliar dengan target pembiayaan produktif Rp 100 miliar hingga akhir 2021.

Skema yang diterapkan adalah pinjaman berbasis Supply Chain Financing atas tagihan pembelian barang (invoice financing) dari para pelaku UMKM. Dengan demikian diharapkan para pelaku UMKM yang menjadi pondasi utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat bertahan dan berlangsung di tengah kebangkitan ekonomi Indonesia dari keterpurukan akibat Covid-19 saat ini.

Konglomerator.com juga bisa membantu bisnis UMKM supaya berkembang dan mengenalkan produk Anda supaya lebih dikenal masyarakat luas. Jadi tidak usah ragu untuk bergabung bersama kami. Ayo bangkit bersama!

Penulis: NCP/ Tim Konglomerator.com

Sumber: https://keuangan.kontan.co.id/ | https://money.kompas.com/

Gambar: Pixabay

Entrepreneur_id bisniscom jagoanbisnis tipsinvestasi midset_bisnis motivasi_entrepreneurid